Ketika
mereka bertanya mengapa, dan aku belum bisa menjawab... coba tanyakan kepada
mataku... tanganku... dan senyumku .
Ia akan
menjawab dengan sebuah isyarat yang tak pernah kalian tau, itulah jawaban
sebenarnya .
Mimpiku
selalu berkelut dalam sebuah lamunan yang tak lama berselang dalam pikiran yang
berharap hanya ada tentangNya .
Mungkin
aku seorang pembuai besar yang hanya bisa bersembunyi dalam kabut kesucian,
merasa hebat Cuma dengan gelar Santri.
Bodohnya
setelah terbelalak dengan kucuran pujian-pujian sang Yai, terjatuh kemudian
dibangun kembali, bagai kura-kura merindukan ikannya.
Patutnya
kau ini bagaimana? Merangkak atau merintih? memilukan apa memalukan? Terjauhkan
atau malah tersingkirkan?
Hanyalah
parodi kepalsuan yang menghantui dramatisnya sandiwara kehidupan, benar nggak
sih.....?
Harusnya
tersadar itu terikhlaskan karena media ilahi. Ya benar !
Sebenarnya
kau ini siapa? Bertanya dan jawablah....
Seekor
manusia atau seorang santri? Pikirkan, renungkan, dan jamahlah sebelum dirimu
dan jiwamu tak akan pernah bisa menyatu .
Are you
ready?>>>> stand up and don’t never give up on your dreams °
Come on
. . . ¯⌣°
Tidak ada komentar:
Posting Komentar