RESENSI
NOVEL “BUMI CINTA”
Kegigihan Iman Ayyas di Negera
Komunis.
Judul :
Bumi Cinta.
Penulis :
Habiburrahman El-Shirazy
Tahun Terbit :
2012
Penerbit :
IHWAN PUBLISHING HOUSE
Tebal :
vi + 546 halaman
ISBN :
978-979-3604-35-0
Membuat sebuah karya
tulis itu tak luput dari realitas kehidupan. Terkadang inspirasi dari sebuah
karya itu muncul ketika seseorang menemukan kehidupan yang berbeda dengan
sebelumnya. Pemikiran dan Intelektualitas diri mendukung jiwa untuk ikut serta
merintis sebuah karya, seperti novel “Bumi
Cinta” ini yang merupakan novel pembangun jiwa yang ditulis oleh
Habiburrahman El-Shirazy.
Dalam novel ini, banyak
membahas tentang kehidupan yang religius dari seorang mahasiswa islam Indonesia
yang bernama Muhammad Ayyas yang melakukan kegiatan penilitian di Negara Rusia.
Dimana negara tersebut terkenal dengan orang-orang komunis yang bertolak
belakang dengan Ayyas. Disana Ayyas terus diberi cobaan oleh Allah SWT dengan
kemunculan sosok dua wanita di Apartemen tempat tinggal Ayyas yang bernama
Linor dan Yelena. Dua wanita ini sering menggoda Ayyas, karena dua wanita ini
termasuk wanita penggoda. Di Rusia, Ayyas juga diberi cobaan dengan adanya
sekelompok mafia yang mencoba membunuh dia, karena pada sebelumnya Ayyas
melakukan pertengkaran hebat dengan salah satu kelompok mafia tersebut. Selain
diberi cobaan dua wanita di Apartemen tempat tinggalnya, sekelompok mafia, ada
satu lagi wanita yang hampir menggoda Ayyas, yaitu Doktor Anastasia Palazzo
seorang asisten dosen di salah satu Universitas di Rusia tempat Ayyas melakukan
penelitian. Hal ini membuat Ayyas semakin memperkuat imannya selama melakukan
penelitian di Rusia.
Di dalam isi buku ini,
ketentuan bahasannya kurang memenuhi cerita, sehingga menimbulkan keganjalan di
akhir cerita. Penggunaan bahasa yang kurang dimengerti , sebab bahasa yang
digunakan dalam buku ini terlalu mendalam, masih perlu pengolahan arti. Dalam
pemberian tema cukup aktual, artinya pas dengan isi cerita. Selain dengan tema
yang bagus, pemberian jalan cerita yang runtut menambah rasa keingintahuan
pembaca tentang isi cerita tersebut. Cerita ini dari Bab 1 ke Bab selanjutnya
tak ada yang membosankan, justru menegangkan dan mengasyikkan. Apalagi tentang
kekuatan iman Ayyas yang makin hari makin bertambah.
Secara logis, novel ini
memang sebuah karya pembangun jiwa dari sisi religiusnya yang sangat tinggi.
Pengaruh inialh yang membuat novel ini begitu terkesan di mata pembaca.
Dalam
buku ini, juga diceritakan bagaimana perjuangan Ayyas melakukan penelitian di
Rusia, dimana tempat tersebut merupakan tempat para komunis yang tidak menyukai
ajaran-ajaran islam. Disitu terjadilah sebuah jihad fi-sabilillah, artinya
dimanapun dan kapanpun seorang muslim harusnya memperjuangkan iman dan takwanya
atas Ridho Allah SWT.
Buku ini baik dibaca untuk semua
kalangan, terutama bagi kalangan remaja ( 17 tahun ke atas ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar