Kamis, 09 Januari 2014

Resensi Novel "Bumi Cinta" karya Habiburrahman El-Shirazy



 
RESENSI NOVEL “BUMI CINTA”

Kegigihan Iman Ayyas di Negera Komunis.

Judul                   : Bumi Cinta.
Penulis               : Habiburrahman El-Shirazy
Tahun Terbit     : 2012
Penerbit             : IHWAN PUBLISHING HOUSE
Tebal                   : vi + 546 halaman
ISBN                    : 978-979-3604-35-0

                        Membuat sebuah karya tulis itu tak luput dari realitas kehidupan. Terkadang inspirasi dari sebuah karya itu muncul ketika seseorang menemukan kehidupan yang berbeda dengan sebelumnya. Pemikiran dan Intelektualitas diri mendukung jiwa untuk ikut serta merintis sebuah karya, seperti novel “Bumi Cinta” ini yang merupakan novel pembangun jiwa yang ditulis oleh Habiburrahman El-Shirazy.

                        Dalam novel ini, banyak membahas tentang kehidupan yang religius dari seorang mahasiswa islam Indonesia yang bernama Muhammad Ayyas yang melakukan kegiatan penilitian di Negara Rusia. Dimana negara tersebut terkenal dengan orang-orang komunis yang bertolak belakang dengan Ayyas. Disana Ayyas terus diberi cobaan oleh Allah SWT dengan kemunculan sosok dua wanita di Apartemen tempat tinggal Ayyas yang bernama Linor dan Yelena. Dua wanita ini sering menggoda Ayyas, karena dua wanita ini termasuk wanita penggoda. Di Rusia, Ayyas juga diberi cobaan dengan adanya sekelompok mafia yang mencoba membunuh dia, karena pada sebelumnya Ayyas melakukan pertengkaran hebat dengan salah satu kelompok mafia tersebut. Selain diberi cobaan dua wanita di Apartemen tempat tinggalnya, sekelompok mafia, ada satu lagi wanita yang hampir menggoda Ayyas, yaitu Doktor Anastasia Palazzo seorang asisten dosen di salah satu Universitas di Rusia tempat Ayyas melakukan penelitian. Hal ini membuat Ayyas semakin memperkuat imannya selama melakukan penelitian di Rusia.

                        Di dalam isi buku ini, ketentuan bahasannya kurang memenuhi cerita, sehingga menimbulkan keganjalan di akhir cerita. Penggunaan bahasa yang kurang dimengerti , sebab bahasa yang digunakan dalam buku ini terlalu mendalam, masih perlu pengolahan arti. Dalam pemberian tema cukup aktual, artinya pas dengan isi cerita. Selain dengan tema yang bagus, pemberian jalan cerita yang runtut menambah rasa keingintahuan pembaca tentang isi cerita tersebut. Cerita ini dari Bab 1 ke Bab selanjutnya tak ada yang membosankan, justru menegangkan dan mengasyikkan. Apalagi tentang kekuatan iman Ayyas yang makin hari makin bertambah.

                        Secara logis, novel ini memang sebuah karya pembangun jiwa dari sisi religiusnya yang sangat tinggi. Pengaruh inialh yang membuat novel ini begitu terkesan di mata pembaca.

Dalam buku ini, juga diceritakan bagaimana perjuangan Ayyas melakukan penelitian di Rusia, dimana tempat tersebut merupakan tempat para komunis yang tidak menyukai ajaran-ajaran islam. Disitu terjadilah sebuah jihad fi-sabilillah, artinya dimanapun dan kapanpun seorang muslim harusnya memperjuangkan iman dan takwanya atas Ridho Allah SWT.
            Buku ini baik dibaca untuk semua kalangan, terutama bagi kalangan remaja ( 17 tahun ke atas ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar