Corong – Kunjungan
ilmiah ke wisata kebun apel Batu – Malang Jum’at (13/11). Kegiatan ini dilaksanakan
oleh BEM-Fakultas syari’ah dan mahasiswa IAIT khususnya mahasiswa Fakultas
Syari’ah. Selain menyelenggarakan pelatihan Ru’yatul Hilal atau Falakiyah
kemarin (12/11) rangkaian kegiatan lainnya seperti ziarah wali dan tak
ketinggalan pula Kunjungan Ilmiah.
Menurut keterangan dari wakil
Gubernur Fakultas Syari’ah Ade Rahma Suryani. Mengapa kunjungan ilmiah ini
ditempatkan di Wisata Kebun Apel Batu-Malang “karena, selain melakukan
Ru’yatul Hilal juga sebagai tambahan refreseing bagi mahasiswa lainnya”
ujarnya.
Disana mahasiswa juga
mendapat ilmu tentang bagaimana kriteria pertumbuhan dari buah apel itu
sendiri. “pohon apel itu hanya bisa tumbuh pada kadar tanah yang mempunyai PH
5,5 dan tinggi 700 m diatas permukaan
laut. Sebenarnya Apel itu hidup pada iklim subtropis yaitu 15-22 C.” Jelas
salah satu petani kebun Apel yang juga merangkap sebagai anggota kelompok sadar
wisata di daerah Batu-Malang. Selain itu “Umur apel itu yang layak dipetik
sekitar kader 60-80 tahun dan tingginya sudah mencapai 4,5-5 m, biasanya diatas
30 tahun apel baru dibuahkan. Sebenarnya buah apel ketika umur 3 tahun sudah
berbuah namun baiknya dikembangkan terlebih dahulu” tambahnya.
Di wisata kebun apel ini
secara umum terdapat 3 jenis apel yaitu, apel manalagi, apel Anna, dan apel
rome beauty. Menurut salah satu petani di kebun Apel itu penanaman buah apel
manalagi itulah yang mudah penanamannya. Apel disini juga komplek terhadap
berbagai macam hama. Maka dari itu para petani kebun apel disana menggunakan
insteksida dengan cara penyemprotan terhadap buah apelnya.
Penanaman apel disini
menggunakan teknik okulasi. Okulasi yaitu salah satu cara meningkatkan mutu
tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata tunas dari
batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga
tumbuh bersatu menjadi tanaman baru. Okulasi merupakan teknik pembakan tanaman
secara vegetatif.
Menurut salah satu petani
kebun apel disana, penanaman buah apel ini juga mempunyai kelebihan juga Loh. “Kelebihan
penanaman buah apel sekali tanam seumur hidup beda dengan tanaman yang lain.
kalau perawatan bagus bisa sampai 60 tahun masa hidup si buah apel ini.
Sedangkan, buah apel itu juga mempunyai masa keemasan yaitu antara fase 15-30
tahun. Pengairannya pun itu cuma dari air hujan. Biasanya hanya disiram dalam 3
tahun aja sekali yaitu awal pertanaman.” Tutur bapak petani yang berpawakan
lucu itu. Menurutnya penanaman apel itu mudah dibanding sayuran. Hal ini
dijelaskan oleh bapak petani seperti ini, “penanaman buah apel ini mudah di
banding dengan sayuran. Soalnya, sayuran perlu perawatan yang mendetail dan dalam
segi pupuknya pun juga. Kami kebanyakan menggunakan pupuk kandang saja. Namun
tak jarang kami juga menggunakan tambahan pupuk NPK Anorganik. Alasan kami
menggunakan pupuk kandang sebagai unsur pokok pupuk itu karena pupuk kandang
ini dapat menjaga kesuburan tanah dan juga menjaga dari resiko-resiko yang
mengenai tanah lainnya.” Tambahnya.
Kunjungan wisata di kebun
apel ini sangat bermanfaat bagi para peserta yang berkunjung. “saya sangat
merasa senang. Soalnya baru kali ini saya mendatangi kebun apel ini, dan saya
pun dapat merasakan sensasi memetik kebun apel sendiri dan tau tentang
penanaman buah apel itu seperti apa.” Ujur salah satu peserta kunjungan
ilmiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar