Sabtu, 23 April 2016

Laporan Khusus Majalah Kampus



Corong – Kunjungan ilmiah ke wisata kebun apel Batu – Malang Jum’at (13/11). Kegiatan ini dilaksanakan oleh BEM-Fakultas syari’ah dan mahasiswa IAIT khususnya mahasiswa Fakultas Syari’ah. Selain menyelenggarakan pelatihan Ru’yatul Hilal atau Falakiyah kemarin (12/11) rangkaian kegiatan lainnya seperti ziarah wali dan tak ketinggalan pula Kunjungan Ilmiah.
Menurut keterangan dari wakil Gubernur Fakultas Syari’ah Ade Rahma Suryani. Mengapa kunjungan ilmiah ini ditempatkan di Wisata Kebun Apel Batu-Malang “karena, selain melakukan Ru’yatul Hilal juga sebagai tambahan refreseing bagi mahasiswa lainnya” ujarnya.
Disana mahasiswa juga mendapat ilmu tentang bagaimana kriteria pertumbuhan dari buah apel itu sendiri. “pohon apel itu hanya bisa tumbuh pada kadar tanah yang mempunyai PH 5,5 dan tinggi 700 m diatas  permukaan laut. Sebenarnya Apel itu hidup pada iklim subtropis yaitu 15-22 C.” Jelas salah satu petani kebun Apel yang juga merangkap sebagai anggota kelompok sadar wisata di daerah Batu-Malang. Selain itu “Umur apel itu yang layak dipetik sekitar kader 60-80 tahun dan tingginya sudah mencapai 4,5-5 m, biasanya diatas 30 tahun apel baru dibuahkan. Sebenarnya buah apel ketika umur 3 tahun sudah berbuah namun baiknya dikembangkan terlebih dahulu” tambahnya.
Di wisata kebun apel ini secara umum terdapat 3 jenis apel yaitu, apel manalagi, apel Anna, dan apel rome beauty. Menurut salah satu petani di kebun Apel itu penanaman buah apel manalagi itulah yang mudah penanamannya. Apel disini juga komplek terhadap berbagai macam hama. Maka dari itu para petani kebun apel disana menggunakan insteksida dengan cara penyemprotan terhadap buah apelnya.
Penanaman apel disini menggunakan teknik okulasi. Okulasi yaitu salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru. Okulasi merupakan teknik pembakan tanaman secara vegetatif.
Menurut salah satu petani kebun apel disana, penanaman buah apel ini juga mempunyai kelebihan juga Loh. “Kelebihan penanaman buah apel sekali tanam seumur hidup beda dengan tanaman yang lain. kalau perawatan bagus bisa sampai 60 tahun masa hidup si buah apel ini. Sedangkan, buah apel itu juga mempunyai masa keemasan yaitu antara fase 15-30 tahun. Pengairannya pun itu cuma dari air hujan. Biasanya hanya disiram dalam 3 tahun aja sekali yaitu awal pertanaman.” Tutur bapak petani yang berpawakan lucu itu. Menurutnya penanaman apel itu mudah dibanding sayuran. Hal ini dijelaskan oleh bapak petani seperti ini, “penanaman buah apel ini mudah di banding dengan sayuran. Soalnya, sayuran perlu perawatan yang mendetail dan dalam segi pupuknya pun juga. Kami kebanyakan menggunakan pupuk kandang saja. Namun tak jarang kami juga menggunakan tambahan pupuk NPK Anorganik. Alasan kami menggunakan pupuk kandang sebagai unsur pokok pupuk itu karena pupuk kandang ini dapat menjaga kesuburan tanah dan juga menjaga dari resiko-resiko yang mengenai tanah lainnya.” Tambahnya.
Kunjungan wisata di kebun apel ini sangat bermanfaat bagi para peserta yang berkunjung. “saya sangat merasa senang. Soalnya baru kali ini saya mendatangi kebun apel ini, dan saya pun dapat merasakan sensasi memetik kebun apel sendiri dan tau tentang penanaman buah apel itu seperti apa.” Ujur salah satu peserta kunjungan ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar