Rabu, 25 Desember 2013

Cerpen^


          HARAPAN

Hari ini aku tetap menangiss seperti hal biasanya . bagiku menangis adalah hal terbiasa yang mungkin kulakukan setiap waktu , bukan karena alasan yang wajar melainkan alasan yang tak sepatutnya membuat luka sedalam itu , tapi sebagian kecilnya lainnya ada yang harus membuat luka cukup dalam dan mengharuskanku meneteskan tetes demi tetes dari mata ini .
          Orang disini tak pernah tahu begitu cengengnya aku , mereka hanya tahu bahwa aku selalu ceria di setiap waktu . Ya Allah ... apakah jalan takdirku ini seindah dan setakjub ini hingga ku harus menahan deraiaan air mata .
          Aku tak sanggup ! aku hanya ingin tersenyum , tegar , dan tabah seperti halnya orang lain . Walau di samping dan di dalamnya merasa sakit yang amat dalam perih bagai tertusuk pedihnya duri yang menancap seketika tak terasa namun sakitnya baru terasa ketika menjerit merintih kesakitan ,, sendu.. sendu.. menyapa dan dijawabnya tawakallah padaNya  , karena kepadanya kita akan mengadu .
Amat dalam penderitaanku
Penuh ironinya duri mawar
Yang tak harus aku katakan kepada insan
Hanya menangislah yang bisa dikata
Seperti isyarat yang harus di terjemahkan .
Perih yang selama itu hanya melukis
sebuah gambaran yang bisa menampilkan
wallpaper imajinasi karya indah
yang tak sempat di pamerkan
tutur katanya memang lembut ,
tapi mengandung sejuta makna yang tersirat
tersirat di tirai yang mudah luntur
karena , tersapu embun manisnya
biarkan itu menghapusnya
tak akan selamaya akan distu
Dia Maha Adil .
Dia juga Maha Segala-galanya .
Azza wajalla Allahua’alam.
          Kini aku berusaha tegar dalam menghadapi pahit ketirnya sebuah kehidupan , apapun baik buruknya itulah hidup mungkin jika nanti tegarku tak sempat terbuat maka , hanya tangislah yang akan terlukis di kian hariku .
          Aku tidak berharap bahwa tanganku ini akan menepuk pipiki sendiri, karena inilah nyatanya ... dan berharap kembali cinta datang beri harapan yang dapat mengubah kriteria hidup ku ini .
          Namun , apadaya pula cinta yang ku miliki membuat ku tetap seperti ini , menangis dan menagis,, sungguh karma apa yang membuat ku seperti ini , hingga aku takbisa merubah kisah iuni seindah bunga melati .
          Malah semakin kuat rasanya orang itu tak pedulikan adanya aku disini , pahit memang rasanya bila di resapi dengan makna yang paling mendalam , berharap kembali ada yang lebih dari cinta dulun untuk mengembalikan peduli kasihnya mereka .
          Biasa aku menagis karena mereka dan karena cinta , tapiu yang paling sakit pahit di rasa hanyalah sebuah tangisan dari orang yang paling dekat dengan aku , mereka nggak tahu kenapa seperti itu . tak paham dengan aku .
          Ya Allah.. apa yang kurasakan ini dan kini mungkinlah sebuah kisah yang banyak hikmahnya , sedangkiana Engkau berharap agar aku tegar dan mampu menjalani ini semua , tak inginkan aku mudah putus asaakan hidup yang telah di berikanNya
          Tanpa sejuta senyuman orang peduli anggaplah itu hanya sebuah gambaran yang bisa membuat dirimu semangat dan tegar untuk melawan tangis itu . :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar