Hari ini aku tetap menangiss
seperti hal biasanya . bagiku menangis adalah hal terbiasa yang mungkin
kulakukan setiap waktu , bukan karena alasan yang wajar melainkan alasan yang
tak sepatutnya membuat luka sedalam itu , tapi sebagian kecilnya lainnya ada
yang harus membuat luka cukup dalam dan mengharuskanku meneteskan tetes demi
tetes dari mata ini .
Orang disini tak
pernah tahu begitu cengengnya aku , mereka hanya tahu bahwa aku selalu ceria di
setiap waktu . Ya Allah ... apakah jalan takdirku ini seindah dan setakjub ini
hingga ku harus menahan deraiaan air mata .
Aku tak sanggup !
aku hanya ingin tersenyum , tegar , dan tabah seperti halnya orang lain . Walau
di samping dan di dalamnya merasa sakit yang amat dalam perih bagai tertusuk
pedihnya duri yang menancap seketika tak terasa namun sakitnya baru terasa
ketika menjerit merintih kesakitan ,, sendu.. sendu.. menyapa dan dijawabnya
tawakallah padaNya , karena kepadanya
kita akan mengadu .
Amat dalam penderitaanku
Penuh ironinya duri mawar
Yang tak harus aku katakan kepada
insan
Hanya menangislah yang bisa
dikata
Seperti isyarat yang harus di
terjemahkan .
Perih yang selama itu hanya
melukis
sebuah gambaran yang bisa
menampilkan
wallpaper imajinasi karya indah
yang tak sempat di pamerkan
tutur katanya memang lembut ,
tapi mengandung sejuta makna yang
tersirat
tersirat di tirai yang mudah
luntur
karena , tersapu embun manisnya
biarkan itu menghapusnya
tak akan selamaya akan distu
Dia Maha Adil .
Dia juga Maha Segala-galanya .
Azza wajalla Allahua’alam.
Kini aku
berusaha tegar dalam menghadapi pahit ketirnya sebuah kehidupan , apapun baik
buruknya itulah hidup mungkin jika nanti tegarku tak sempat terbuat maka ,
hanya tangislah yang akan terlukis di kian hariku .
Aku tidak
berharap bahwa tanganku ini akan menepuk pipiki sendiri, karena inilah nyatanya
... dan berharap kembali cinta datang beri harapan yang dapat mengubah kriteria
hidup ku ini .
Namun , apadaya
pula cinta yang ku miliki membuat ku tetap seperti ini , menangis dan menagis,,
sungguh karma apa yang membuat ku seperti ini , hingga aku takbisa merubah
kisah iuni seindah bunga melati .
Malah semakin
kuat rasanya orang itu tak pedulikan adanya aku disini , pahit memang rasanya
bila di resapi dengan makna yang paling mendalam , berharap kembali ada yang
lebih dari cinta dulun untuk mengembalikan peduli kasihnya mereka .
Biasa aku menagis
karena mereka dan karena cinta , tapiu yang paling sakit pahit di rasa hanyalah
sebuah tangisan dari orang yang paling dekat dengan aku , mereka nggak tahu
kenapa seperti itu . tak paham dengan aku .
Ya Allah.. apa
yang kurasakan ini dan kini mungkinlah sebuah kisah yang banyak hikmahnya ,
sedangkiana Engkau berharap agar aku tegar dan mampu menjalani ini semua , tak
inginkan aku mudah putus asaakan hidup yang telah di berikanNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar